Menemani Istri Saat Persalinan

2

Queensha Aqila

Sudah 2 bulan sejak anak saya lahir saya masih sangat mengingat tangisan pertama bayi kami dan bagaimana istri saya berjuang cukup lama melahirkan anak pertama kami secara normal.

Sebagai seorang suami yang belum berpengalaman tentang masalah ini, pada saat kandungan istri memasuki trimester ketiga setiap hari kami selalu browsing mulai dari tanda-tanda bayi akan keluar, bagaimana cara agar melahirkan tidak sakit, dan yang tidak kalah penting mengingat kapan hari terakhir menstruasi karna istri saya lupa kapan trakhir menstruasi sehingga sulit untuk menghitung perkiraan kapan sang bayi keluar. :D

Untuk Anda yang bersiap-siap menantikan kelahiran anak pertama Anda, jangan terlalu khawatir dan takut untuk menemani istri saat melahirkan. Karna kehadiran sang suami dapat memberikan ketenangan dan menjadikan istri kuat.

Ada bebera hal yang perlu Anda siapkan ketika istri sudah memasuki trimester ke-tiga, diantaranya:

Cek Posisi Bayi Dalam Kandungan

Biasanya ketika istri sudah hamil tua, posisi kepala bayi sudah mulai ada di bawah dan itu adalah salah satu pertanda bahwa Anak Anda bisa lahir dengan normal.

Cari Klinik Persalinan

Walaupun banyak klinik persalinan di kota Anda, namun Anda harus menetapkan klinik mana yang harus Anda datangi ketika istri Anda sudah mulai memberikan tanda akan segera melahirkan. Hal ini penting karna ketika sudah muncul tanda-tanda melahirkan hal yang pertama dilakukan adalah menelpon klinik untuk mempersiapkan ruangan untuk istri Anda.

Klinik Family

Sebelumnya kami berencana untuk memilih RSIA, kami melakukan survey ke semua klinik dan RSIA di kota Serang, namun ketika kami hendak melakukan survey terakhir tiba-tiba teman saya bertamu dan memberikan saran untuk mencoba survey ke Klinik Family di daerah Taman Lopang Indah Kota Serang yang katanya tempatnya bersih, murah dan kamarnya seperti hotel. Berhubung cukup tergoda dengan harganya yang lebih murah 90% dari RSIA yang kami rencanakan akhirnya kami survey dan ternyata benar, walaupun bukan RSIA, tapi tempatnya sangat nyaman dengan desain minimalis layaknya hotel. Akhirnya kami sepakat untuk melahirkan di Klinik Family. :D

Mendoakan dan Berinteraksi dengan Bayi

Saat istri saya hamil, kami selalu berinteraksi dengan sang bayi. Bayi dalam kandungan juga sudah bisa diajak ngobrol loh. Apalagi saat hamil tua. Kami selalu mendoakan dan “merayu” bayi untuk bisa diajak kerjasama saat melahirkan nanti dan itu ternyata cukup terbukti. Bidan memprediksi istri saya lahir jam 11 malam, tapi setelah kami merayu agar cepat keluar dengan lancar dan normal akhirnya bayi mulai merespon dan lahir pada jam 15.10. :D

Banyak Baca dan Cari Tahu Tentang Proses Persalinan

Banyak informasi-informasi penting yang cukup membantu tentang proses persalinan di internet. Mulai dari senam hamil, posisi sujud yang baik untuk sang bayi, agar supaya rileks saat melahirkan, cara ngeden yang baik, dan lain sebagainya.

Istri saya berpesan, ketika melahirkan beliau minta untuk disiapkan air jeruk agar merasa lebih rileks. Dan hal itu juga ternyata cukup membantu. Jadi pastikan sang suami tau apa yang membuat istri rileks dan itu dapat diberiksan saat melahirkan (asal jangan minta dibeliin mobil dan perhiasan supaya rileks). :ngakaks

Jangan Panik

Nah ini yang menurut saya susah-susah gampang, saat istri saya mulai pembukaan jam 3 malam, saat itu saya sedang sulit tidur kemudian istri minta antar ke toilet untuk buang air kecil. Saat buang air kecil ada banyak cairan keruh keluar membanjiri kamar mandi. Saat itu saya cukup panik dan membuat kaki gemetaran. Tapi karna saya sudah cukup mempersiapkan untuk hari yang ditunggu-tunggu yaitu kelahiran anak pertama, jadi saya selalu berusaha tenang dan selalu membaca “bismillah” agar sang istri pun ikut tenang.

Akhirnya jam 3 pagi kami menelpon ibu bidan dan disarankan untuk ke klinik, dan ternyataa baru pembukaan 1. Ibu bidan pun membolehkan istri saya untuk istrirahan pulang ke rumah. Tapi karna khawatir nanti tiba-tiba mules dan lalu lintas tidak bersahabat akhirnya kamu memutuskan untuk tinggal di klinik.

Tularkan Energi Positif Pada Istri

Saat saya menemani istri melahirkan, hal yang saya sering katakan adalah “kamu sebentar lagi akan melihat lucunya anak pertama kita”, “yang kuat, demi anak kita”. Saya sangat ingat ketika istri saya mulai lemas dan saya mulai melihat penampakan rambut anak saya kemudian saya katakan kepada istri saya “Rambut anak mu lebat, pasti lucu deh. Ayo sekarang ngeden yang kuat” saat saya katakan kalimat itu, Alhamdulillah anak pertama kami lahir dengan lancar dan normal. :matabelo:

Queensha Aqila

Aqila Saat Cukur Rambut

Alhamdulillah anak kami yang bertama Queensha Aqila kini sudah berusia 2 bulan dan sudah mulai cerewet dan bisa merespon sesuatu yang bergerak.

Sekian sharing singkat dari saya, semoga bermanfaat dan selamat menjadi suami super siaga. :D

Discussion2 Comments

Leave a Reply