Pemanfaatkan Media Social untuk Perusahaan

1

Menurut lembaga riset MarkPlus Insight, jumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 55 juta orang pada tahun 2011. Di akhir 2012  jumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 61,08 juta orang. Angka tersebut naik sekitar 10%. Dibanding total populasi, penetrasi pengguna Internet mencapai 23,5%. Bahkan menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Indonesia kini menduduki peringkat ke-4 sebagai negara dengan pengguna internet terbanyak di Asia.

Dari data di atas, menunjukan bahwa pengguna internet di Indonesia dan Dunia akan terus bertambah setiap harinya hal ini merupakan momentum bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya melalui internet.

Sebagaimana yang telah kita ketahui pengguna media sosial di Indonesia-pun terus bertambah. Sebagai contoh Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah akun 19,5 juta di Twitter, bahkan “Ibu Kota” Twitter adalah Jakarta, dengan jumlah twit terbanyak di dunia. Waw, prestasi yang luar biasa dan tentu opportunity ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperluas bisnis.

Bagaimana cara memanfaatkan media social untuk industri kreatif dan UKM?

Media Sosial dapat dijadikan sebagai media branding, sales & marketing, dan peningkatan loyalitas pelanggan terhadap suatu perusahaan. Dalam penggunaanya tentu memerlukan strategi khusus agar dalam pelaksanaanya tercapai semua hal yang telah direncanakan. Mengingat pengguna media social itu sendiri sangat unik, belum ada metode yang jelas untuk menganalisis perilaku pengguna atau konsumen di social media.

Misal, orang yang mengaku pakar dengan jumlah followers ribuan nge-twit tentang kelemahan suatu produk tertentu walaupun itu diluar kemapuan nya. Karena jumlah followers banyak dan menampilkan Biografi yang meyakinkan tentu kebanyakan followers akan mempercayai twit tersebut.

Media Sosial sebagai media branding

Karena inti branding adalah proses untuk memperkenalkan suatu produk atau perusahaan kepada public, ini dapat dilakukan melalui media social. Contoh kasus, akun twitter @transtv dengan jumlah followers ASLI lebih dari 30ribu yang seharusnya milik stasiun Trans TV malah sudah di ’parking’ oleh orang lain, bahkan akun ini diperjual belikan di kaskus. Namun nampaknya sampai sekrang belum juga terjual.

Tidak hanya soal nama akun, dalam proses branding juga harus mengandung value bagi pelanggan. Twit-twit yang kita sampaikan tidak hanya selalu menjual, namun bagaimana akun tersebut dapat bermanfaat bagi pelanggan. Misal, rajin twit tentang tips dan trik menggunakan produk, Tanya jawab, konsultasi online, dsb. Hal ini saya rasa lebih penting agar image perusahaan tidak hanya mencari untung tapi juga memberikan value terhadap pelanggan.

Media social sebagai alat sales dan marketing

Hal ini sudah tidak asing lagi di ranah media social, para pelaku industry kreatif mulai memasarkan produknya melalui media social. Selain murah, juga cukup mudah untuk digunakan. Namun dalam pelaksanaannya terkadang banyak yang menyalahgunakan fasilitas ini. Misal menggunakan bot twitter yang akan promote otomatis ketika user nge-twit dengan keyword tertentu. Atau posting sebuah foto lalu tag ke banyak orang. Ini dapat menjadi boomerang bagi perusahaan itu sendiri. Hal tersebut dapat menggangu kenyamanan orang lain, dampaknya jumlah likes dan followers berkurang, dan menurunnya kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.

Media social sebagai peningkatan loyalitas pelanggan

Perusahaan dapat memanfaatkan media social sebagai alat peningkatan loyalitas pelanggan. Contoh yang pernah saya alami adalah oleh perusahaan yang bergerak dibidang transportasi (travel bandung – Jakarta). Ketika itu saya sering menggunakan jasa travel bandung – Jakarta dan hampir semua travel di bandung sudah pernah saya gunakan. Ketika saya menggunakan jasa travel A ada hal yang kurang menyenangkan dengan pelayanan salah satu CSO, lalu saya nge-twit tentang buruknya pelayanan travel A. tidak lama kemudian twit saya langsung di reply oleh akun twitter travel A dan meminta saya untuk menyampaikan keluhan secara detail via DM. Setelah itu pihak travel A telp saya untuk meminta maaf atas pelayanan yang kurang menyenangkan dan berjanji tidak akan terjadi lagi. Beberapa minggu kemudian saya meunggunakan jasa Travel A dan pelayanannya semakin membaik.

Contoh kasus di atas adalah pemanfaatan media social yang baik untuk meningkatkan loyalitas dan kualitas layanan terhadap pelanggan.

Terlepas dari itu semua, tidak semua perusahaan siap untuk memanfaatkan media social, karena perusahaan harus siap terhadap komentar negatif, keluhan, bahkan caci maki dari pelanggan. :D

Hemm, sekian tulisan panjang dari saya. Ini adalah tulisan paling panjang yang pernah saya buat untuk blog. :D Jadi semoga bermanfaat!

Salam,

Iqbal

Sumber gambar: http://bettygirlmakeup.blogspot.com/2012/05/power-of-social-media-my-ulta-salon.html

Sumber data internet: dailysocial.net

Discussion1 Comment

Leave a Reply