Mengingat Sejarah untuk Pendidikan Indonesia Lebih Maju

1

Ketika jepang digempur oleh tentara sekutu pada perang Dunia II, Kaisar Hirohito tidak menanyakan berapa banyak tentaranya yang tersisa.  Kaisar Hirohito bertanya berapa banyak guru yang tersisa.  Jika saat ini kita bertanya hal yang sama seperti Kaisar Hiroto, toh tidak harus menunggu sampai perang terjadi, bukan? kira-kira apa yang bisa kita jawab dari pertanyaan yang serupa itu?

Mungkin kita semua menjawab, sangat banyak sekali guru di Negara kita, bahkan mereka itu telah lulus sarjana dan bergelar Dr, bahkan Profesor!! Betapa bangga kita memimiliki banyak Guru di negri ini. seharusnya Negara ini pun sudah menjadi Negara maju yang hebat  karena Sumber daya Manusianya yang hebat akan menjadikan Bangsa yang hebat, bahkan akan menjadi sangat hebat.  Negara kita mempunya sumber daya Alam yang sangat melimpah dan jika semua itu bisa dimanfaatkan oleh Manusia yang berpendidikan dan berkualitas, Indonesia saat ini sudah menjadi Negara Maju dan tidak menutup kemungkinan menjadi negara Super power.

 

Siapakah yang berperan penting menjadikan Negara Indonesia menjadi Negara Maju??

Peranan penting  sebagai Pembentuk Manusia yang Hebat  itu dipikul oleh meraka yang bergelar pahlawan tanpa tanda Jasa , atau mereka Para pendidik dan Guru hebat. dengan jiwa pendidik yang sudah mantap.

 

Banyak faktor yang mempengaruhi dunia pendidikan kita, seperti tantangan zaman yang semakin Global, teknologi informasi yang semakin canggih, krisis ekonomi, hilangnya moral bangsa Indonesia dan masih banyak lagi. mungkin faktor-faktor itu jugalah yang mempengaruhi dunia pendidikan akhir-akhir ini jadi jatuh dan terpuruk.  Pendidikan saat ini berubah menjadi dunia Kompetisi yang hannya merebutkan nilai indeks A, B, C, D dan E. tapi tidak  disertai dan dikawal jalannya proses mendidik itu sendiri.

 

Kita bisa lihat saja ketika tahun-tahun yang lalu banyak Pelajar yang tidak lulus ujian Nasional padahal mereka adalah murid aktif dan berprestasi, belum lagi kecurangan-kecurangan soal-soal ujian dan terdapat Kasus pada buku Lembar kerja Siswa (LKS) yang bermasalah karena terdapat  foto model porno atau materi yang tidak sesuai dalam dunia pendidikan dan sebagainya.

 

Kenapa bisa terjadi hal seperti itu??

Pendiri Bangsa Ini  Soekarno  Jauh-jauh hari telah mengingatkan, pada 21 November 1945 menyatakan bahwa guru bukanlah penghias alam, tetapi pembentuk manusia yang berkepribadian kuat terhadap bangsanya. Dan itu dapat dirasakan oleh beliau.

 

Begitu juga dengan Presiden Vietnam, Ho Chi Minh, yang mengatakan “No Teacher No Education” (tanpa guru tidak ada pendidikan). Betapa berharganya Guru bagi sebuah bangsa, demi kemajuan Bangsa dan Negara.  Tanpa ada Guru tidak ada Pendidikan, jika tidak ada pendidikan, tidak  akan ada Dokter, Pilot, Ekonom dan para pemimpin-pemimpin Besar Bangsa. seperti Soekarno beliau bisa berkata  Guru bukan sekedar penghias Alam, tetapi  guru adalah sebagai pembentuk Manusia yang berkepribadian Kuat terhadap Bangsa, karena Soekarno pun adalah sebuah Karya dari seorang Guru sekaligus bapak bangsa.

 

Seorang Guru yang di takuti dan dijuluki oleh belanda sebagai Raja Tanpa Mahkota sama halnya seorang Guru yang di juluki Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Moto hidupnya adalah Semurni-murni Tauhid, setinggi-tinggi ilmu dan secerdas-cerdasnya Siasat .siapakah dia??  Dia adalah Sosok Guru Besar Bangsa ini yang Bernama,  Haji Omar Said Cokro Aminoto.

 

Sejarah telah mencatat betapa pentingnya pendidikan dan sosok guru sebagai alat vital yang bisa menjadikan sebuah bangsa yang kuat, hebat, berkualitas dan berkepribadian terpuji. Betapa pentingnya kita mengingat Sejarah untuk pendidikan Indonesia lebih maju.

 

Semoga bermanfaat. :)

Salam,

Mohamad Iqbal

 

Discussion1 Comment

  1. bagus tulisan’y .
    ciebal punya film drama korea’y faith yg aktor’y lee min ho gx ?
    klo ada boleh dong d’shre . penasaran
    thank’s

Leave a Reply