Pro & Kontra Film "Wanita Berkalung Sorban"

0

pbs2dlm

Pro dan kontra Film Perempuan Berkalung Sorban harus dinilai sesuai konteksnya. Jika dipandang pada zaman dulu, memang kebanyakan ada pandangan langkah wanita dibelenggu. Namun pandangan masa kini, perempuan sudah bebas.

“Kalau kondisinya dulu, memang perempuan dibelenggu. Kalau sekarang sudah tidak benar. Contohlah yang baik. Jangan kita mencontoh tindakan yang tidak benar seperti membunuh dan mencuri,” ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab kepada detikcom, Jumat (6/2/2009).

Perempuan Berkalung Sorban menceritakan perlawanan Anissa, seorang santriwati terhadap pengekangan perempuan di pesantren. Dalam film itu, Annisa berkata Islam tidak adil terhadap perempuan. Film menampilkan diskriminasi terhadap perempuan yang dilakukan ulama dengan dalih agama, seperti perempuan tidak boleh jadi pemimpin, perempuan tidak perlu berpendapat dan perempuan tidak boleh keluar rumah tanpa disertai muhrimnya.Pro dan kontra Film Perempuan Berkalung Sorban harus dinilai sesuai konteksnya. Jika dipandang pada zaman dulu, memang kebanyakan ada pandangan langkah wanita dibelenggu. Namun pandangan masa kini, perempuan sudah bebas.


Menurut Umar, merendahkan perempuan tidak pernah diajarkan dalam Islam. Agama ini justru memberikan penghormatan yang tinggi terhadap perempuan.

“Lihat konteksnya (kapan dan di mana peristiwa di film itu terjadi) . Kalau di film itu meremehkan perempuan, tindakan seperti itu nggak boleh dalam Islam,” imbuh Umar.

Umar menegaskan, pengurus MUI belum pernah membicarakan seputar kontroversi film besutan sutradara Hanung Bramantyo ini. “Belum pernah dibicarakan, itu yang urus bagian pengkajian,” jelasnya.

Apakah MUI akan mengimbau agar film itu ditarik dari peredaran? “Saya belum tahu, belum lihat filmnya,” pungkas Umar.

Imam Masjid Besar Istiqlal Ali Mustafa Yakub mengimbau agar film Perempuan Berkalung Sorban diboikot. Alasannya film mencitrakan Islam secara buruk dan menggambarkan pesantren secara salah.

Pembahasan inipun Riuh di Dunia Maya

Film ‘Perempuan Berkalung Sorban’ sedang riuh diperbincangkan di dunia maya. Milis-milis dan blog banyak yang mengangkatnya sebagai tema perbincangan. Ada yang memuji, banyak juga yang mengkritik film besutan Hanung Bramantyo ini.

“Dari trilernya aja saya dah feeling kalo ada ’sesuatu’ yg ge sesuai di film ini, ternyata terbukti juga,” tulis anggota yang mempunyai nickname maw_sendiri_dulu di forum.detik.com.

Di milis itu dipermasalahkannya kata-kata ayah Annisa, pemeran utama yang dibintangi Revalina S Temat, yang bernama Kiai Hanan.

Kiai Hanan mengatakan bahwa perempuan diharamkan keluar rumah tanpa muhrim bahkan untuk belajar. Selain itu, di film itu digambarkan pula bahwa perempuan dilarang naik kuda.

Dan semua pesan itu disampaikan di pesantren. Tokoh Annisa digambarkan menggugat pesan yang disampaikan ayahnya. Pesan film itu dinilai menyudutkan pesantren yang selama ini menjadi kawah candradimuka calon alim ulama.

“Hanung ini memang belum paham bgt masalah agama, mungkin ia ingin mengulang sukses Ayat-ayat Cinta..tapi malah jadi salah,” ujar seorang anggota milis yang mempunyai nama in_the_blue.

Di detikforum, obrolan kontroversi film ini hingga Jumat (6/2/2009) telah mencapai 12 halaman. Blog Hanung sendiri yang menampilkan trailer film ini juga ramai pengunjung. Para pengunjung blog Hanung juga terlibat kontroversi. Ada yang menyanjung, ada pula yang mengkritik.

Selain forum detik dan blog Hanung, kontroversi film dengan bintang Revalina S Temat dan Oka Antara ini juga ramai di blog dan forum milis lainnya.

Sumber : Detik.com

Leave a Reply